Demi Maksimal di Liga 1, Persebaya Siasati Jadwal Piala Indonesia
TEMPO.CO | 16/04/2019 05:48
Asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro, memberi pengarahan kepada pemain dalam latihan resmi menjelang leg 1 Final Piala Presiden 2019 (Persebaya.id)
Asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro, memberi pengarahan kepada pemain dalam latihan resmi menjelang leg 1 Final Piala Presiden 2019 (Persebaya.id)

TEMPO.CO, Jakarta - Persebaya dihadapkan pada jadwal yang sangat berat. Pekan depan, Persebaya sudah harus bermain lagi pada babak delapan besar Piala Indonesia. Dengan kondisi seperti itu, Bajul Ijo harus pintar-pintar merancang program. Tujuannya agar tidak kendur saat fokus utama tim, yaitu Liga 1 2019, dimulai pada awal Mei nanti.

Berdasarkan undian yang dilakukan PSSI pada Senin sore, Senin 15 April 2019, Persebaya akan berhadapan dengan Madura United pada babak delapan besar Piala Indonesia. Kapan laga akan diselenggarakan, belum dipastikan. Hanya diberikan kisaran laga dimulai 23 April sampai 3 Mei.

Padahal, berdasarkan rancangan jadwal Liga 1 yang dikirimkan PSSI, Persebaya akan memulai Liga 1 2019 pada 8 Mei. Disusul dengan jadwal padat setiap pekan. Termasuk laga tandang yang sangat jauh. Tak pelak, jadwal Piala Indonesia yang tiba-tiba muncul itu bisa memunculkan masalah kebugaran bagi pemain Persebaya saat Liga 1 dimulai.

”Sangat berat jadwal yang dihadapi Persebaya terkait Piala Indonesia dan Liga 1 2019,” kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi. ”Kita harus menyiasati dan melakoni jadwal ini dengan sangat cermat. Kalau tidak, Persebaya tidak akan bisa tampil maksimal di Liga 1, yang merupakan bidikan utama kita,” ia melanjutkan.

Candra menjelaska, Persebaya menjadi tim dengan jadwal paling padat sepanjang persiapan Liga 1 musim ini. Persebaya baru menyelesaikan final Piala Presiden pada Jumat, 12 April 2019. Lalu pekan depan, mereka sudah harus bermain lagi di Piala Indonesia.

Padahal, ketika Persebaya tampil di Piala Presiden, Ruben Sanadi dan kawan-kawan harus bermain dengan jadwal yang sangat padat. Dalam satu bulan, 12 Maret sampai 12 April, Persebaya harus bermain enam kali. Bahkan, dalam babak semfinal sampai final, Ruben dkk harus bermain empat kali dalam sembilan hari.

Kondisi itu tidak dialami tim mana pun. Arema FC yang lolos final Piala Presiden 2019 bersama Persebaya, di Piala Indonesia tidak lolos delapan besar. Setelah Piala Presiden, mereka bisa fokus istirahat dan mempersiapkan diri menghadapi Liga 1.

Tim-tim lain yang tidak melaju jauh di Piala Presiden juga demikian halnya. Mereka bisa menggelar pemusatan latihan untuk lebih menyatukan tim. Persebaya pun sebenarnya berencana menggelar pemusatan latihan menjelang Liga 1. Namun, semua rencana itu bisa batal karena jadwal Piala Indonesia.

”Tim Persebaya butuh pemusatan latihan untuk menambal apa saja yang masih kurang. Kita butuh sesi untuk lebih menyatukan chemistry,” papar Candra. ”Jadwal pertandingan beruntun seperti ini, akan membuat program-program yang kami susun itu berantakan. Kami akan mengantisipasinya, karena fokus utama kita adalah Liga 1,” katanya.

Setelah berakhirnya Piala Presiden 2019, Persebaya sudah mengantongi sejumlah bahan evaluasi. Baik dari segi komposisi pemain maupun kecocokan antarpemain. Evaluasi-evaluasi itulah yang akan menjadi bahan bagi tim pelatih dan manajemen untuk melakukan perbaikan. Salah satu hal akan dilakukan adalah melalui pemusatan latihan.

PERSEBAYA.ID | PSSI.ORG


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT