Ronaldo Tersangkut Kasus Perkosaan, Juventus Batalkan Tur Pramusim ke AS
TEMPO.CO | 22/03/2019 06:45
Ronaldo Tersangkut Kasus Perkosaan, Juventus Batalkan Tur Pramusim ke AS
Striker Juventus Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi usai mencetak gol pertama ke gawang Atletico Madrid dalam Leg Kedua Babak 16 Besar Liga Champions di Allianz Stadium, Turin, Italia, 12 Maret 2019. Juventus berhasil kalahkan Atletico Madrid dengan skor 3-0. Tiga gol tersebut dicetak oleh Ronaldo. REUTERS/Massimo Pinca

TEMPO.CO, Jakarta - ICC (International Champions Cup) sebagai penyelenggara turnamen sepak bola pramusim untuk klub-klub besar dunia di Amerika, memastikan bahwa Juventus tidak akan bergabung pada kompetisi di negara itu.

Juventus ingin menjauhkannya pemain bintangnya Cristiano Ronaldo dari Amerika untuk mengurangi resiko ditahannya pemain Portugal dalam rangka pemeriksaan oleh pihak berwenang di Las Vegas karena tersangkut kasus pemerkosaan Kathryn Mayorga, dikutip dari New York Time.

ICC juga telah memutuskan bahwa Juventus akan bertanding di Singapura dan Cina. Nyonya Tua akan bergabung dengan klub Liga Primer Inggris lainnya seperti Manchester United dan Tottenham Hotspurs.

Sebenarnya Juventus pun sudah mempunyai kontrak beberapa tahun dengan ICC untuk berpartisipasi dalam tur pramusim tersebut. Masalah hukum Ronaldo turut berperan dalam pembentukan rencana partisipasi Juventus dalam tur pramusim tersebut. Juventus merasa perlu melindungi pemain bintangnya sebagai penghargaan atas profesional dan dedikasinya untuk klub.

Sebelumnya, Kepolisian Las Vegas telah membuka kembali penyelidikan atas kasus pemerkosaan Ronaldo terhadap Kathryn Mayorga. Model Amerika itu mengadukan Ronaldo ke polisis karena disebut telah memperkosanya di salah satu hotel di Las Vegas pada 2009. Ronaldo juga dilaporkan telah memberikan US$ 375 ribu atau Rp 5,2 miliar untuk menyuap Mayorga agar tidak menceritakan kejadian itu.

Ronaldo dan pengacaranya berulang kali membantah tuduhan pemerkosaannya itu muncul ke publik. Pemain Portugal itu juga menyebut bahwa itu berita bohong dalam sebuah video yang ada di akun media sosialnya. Pengacaranya pun mengancam menggugat majalah Jerman Der Spiegel yang pertama kali mempublikasikan kasus tersebut. Pengacara Ronaldo  mempertanyakan keaslian beberapa dokumen yang diterbitkan majalah tersebut.

NYT | EKO WAHYUDI

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT