Liga 1: PSMS Medan Sedang Kisruh, Posisi Edy Rahmayadi Digugat
TEMPO.CO | 12/10/2018 12:08
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wakil Ketua PSSI Joko Driyono memberikan keterangan pers mengenai penghentian sementara kompetisi Liga I di Jakarta, Selasa (25/9/2018). ANTARA FOTO/Reno Esnir
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wakil Ketua PSSI Joko Driyono memberikan keterangan pers mengenai penghentian sementara kompetisi Liga I di Jakarta, Selasa (25/9/2018). ANTARA FOTO/Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) menyoroti perseteruan antara PT Pesemes Medan dengan PT Kinantan Indonesia terkait logo atau merk klub Liga 1 PSMS Medan yang hingga saat ini masih terus berlanjut.

Perselisihan pun semakin memanas setelah PT Pesemes Medan dengan PT Kinantan Indonesia yang juga didukung oleh sang pemilik saham yakni, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan aksi saling lapor dan saling gugat. Bahkan intimidasi terhadap para saksi penggugat untuk meninggalkan Sumatra Utara juga terjadi.Selain itu dalam persidangan banyak kejanggalan yg terjadi dimana pihak penggugat mengajukan saksi ahli namun di tolak oleh hakim.

Dalam memperjuangkan kepemilikan logo atau merk klub PSMS Medan, kali ini PT Pesemes Medan mendapat dukungan moril dari KPSN sebuah Komite Perubahan Sepakbola Nasional. Karena tujuannya sama yakni ingin membawa perubahan di sepakbola nasional mereka ingin berjuang bersama- sama.

Baca: Belum Kantongi Izin, Laga PS Tira Vs PSMS Terancam Ditunda

Bahkan, KPSN berniat akan mendampingin PT Pesemes Medan ke Jakarta untuk mengadukan persoalan ini ke Bareskrim. “Saya akan total membantu PT Pesemes terkait kasus logo atau merk klub PSMS Medan,” tegas ketua KPSN, Suhendra Hadikuntono.

Aksi PT Pesemes Medan melaporkan PT Kinantan Indonesia yang didukung oleh sang Gubernur ke Direktorat Penyidikan Kemenkumham di Jakarta pada April lalu dengan tuduhan penyalahgunaan logo atau merk PSMS Medan, langsung dibalas oleh PT Kinantan Indonesia dengan mengajukan gugatan pembatalan kepemilikan logo atau merk atas nama PT Pesemes Medan melalui Pengadilan Niaga Kota Medan pada Juni lalu.

Persidangan di Pengadilan Niaga Medan telah bergulir sejak 21 Agustus 2018 lalu. Dan saat ini sidang telah memasuki agenda keterangan para saksi dari kedua pihak.

PT Pesemes Medan lebih dulu melaporkan PT Kinantan Indonesia ke Direktorat Penyidikan Kemenkumham atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan logo atau merk PSMS Medan. Namun dalam ketentuan hukum di Indonesia jika ada kasus perdata dalam acara pidana maka yang lebih dulu harus diselesaikan adalah kasus perdatanya.

Presiden Komisaris PT Pesemes Mwedan, Syukri Wardi optimistis pihaknya akan memenangkan persidangan menghadapi gugatan pembatalan kepemilikan logo atau merk klub PSMS Medan yang diajukan PT Kinantan Indonesia.

Baca: Tandang Lawan PSMS, PS Tira Boyong 19 pemain Tanpa Bek asal Palu

"Kami yakin akan menang karena kami punya dasar hukum yang jelas. Kami sudah diakui negara karena sudah mendaftar secara resmi ke Kemenkumham," tegasnya.

"PT Pesemes Medan adalah produk sah dari Rapat Anggota Luar Biasa penyatuan PSMS Medan yang dilaksanakan pada 2013. 40 klub anggota PMSM Medan yang hadir saat RALB sepakat untuk membentuk PT Pesemes Medan sebagai badan hukum satu-satunya PSMS Medan. Bahkan forum RALB juga sepakat untuk mencantumkan PT Pesemes Medan sebagai badan hukum PSMS Medan dalam AD/ART. Justru ke0beradaan PT Kinantan Indonesia yang 51 persen sahamnya dimiliki oleh Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI patut dipertanyakan,” ujar Syukri lagi soal kepemilikan klub Liga 1, PSMS Medan yang tengah dilanda prahara.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT