Bulan Ramadhan Volume Sampah Meningkat 10 Persen, Lakukan Ini untuk Mencegahnya
TABLOIDBINTANG.COM | 16/05/2018 23:00
Bulan Ramadhan Volume Sampah Meningkat 10 Persen, Lakukan Ini untuk Mencegahnya
Bulan Ramadhan Volume Sampah Meningkat 10 Persen, Lakukan Ini untuk Mencegahnya (Depositphotos)

Bulan Ramadhan identik dengan makanan berlimpah. Lapar mata saat berbuka, membuat banyak orang ingin membeli semua makanan mapun minuman yang dijajakan. Sayangnya, terkadang tidak semua makanan yang dibeli akan habis dimakan. 

Karena hal itu pula, berdasarkan data Dinas Kebersihan DKI Jakarta pada tahun 2016, terdapat peningkatan volume sampah hingga 10 persen hanya dalam waktu 10 hari pertama Ramadhan. Sampah-sampah tersebut didominasi oleh sampah organik yang berasal dari sisa-sisa makanan.

Lalu bagaimana cara yang harus dilakukan untuk mengurangi peningkatan jumlah sampah tersebut?

(Depositphotos)

Menurut Operation Manager Waste4Change, salah satu kewirausahaan sosial yang fokus di bidang lingkungan, Annisa Paramitha, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah adalah dengan belanja bijak.

"Belanja bijak. Rencanakan dengan seksama sebelum membeli. Beli apa yang dibutuhkan, jangan tergoda membeli makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi," kata Annisa ditemui di acara peluncuran kampanye bertajuk Makan Bijak bersama Mylanta di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (15/5).

Selain itu, makan dengan bijak juga bisa membantu mengurangi peningkatan jumlah sampah. Caranya adalah dengan mengambil makan secukupnya untuk dihabiskan. Hal ini dilakukan untuk menghindari dalam menyisakan makanan.

"Makan juga yang bijak. Ambil secukupnya. Seperti di restoran all you can eat, sebetulnya ujung-ujungnya belum tentu dihabiskan semua," lanjut Annisa.

(Depositphotos)

Di samping itu, Annisa Paramitha menilai perlu adanya pemeriksaan berkala untuk makanan dalam kemasan selama bulan Ramadhan. Hal ini karena terkadang banyak orang yang berbelanja panganan dalam kemasan dan meletakkannya di kulkas. Hingga akhirnya lupa dan makanan tersebut sudah masuk ke dalam tanggal kadaluwarsa.

(dika / wida)

REKOMENDASI BERITA