Resensi Film Rambo Last Blood, Sylvester Stallone Jagoan Tua
TABLOIDBINTANG.COM | 17/09/2019 21:07
Resensi Film Rambo Last Blood, Sylvester Stallone Jagoan Tua

TABLOIDBINTANG.COM - Sylvester Stallone kembali berperan sebagai veteran perang, John Rambo dalam film Rambo: Last Blood. Dalam seri kelima ini, Rambo harus berjuang menyelamatkan keponakannya.

Film dibuka dengan aksi heroik Rambo. Dalam kondisi badai, Rambo menyelamatkan seorang wanita di sebuah hutan. Namun ia gagal menyelamatkan turis lainnya, dan memicu trauma masa lalunya. Cerita lantas beralih tentang keseharian Rambo yang hidup damai di peternakan di Arizona, jauh dari keramaian kota. Rambo tinggal bersama Gabrielle (Yvette Monreal), keponakannya, juga Maria (Adriana Barraza), pengurus rumah tangga yang sudah dianggap Rambo seperti adiknya sendiri.

 

Gabrielle keponakan Rambo mencari ayahnya
Gabrielle keponakan Rambo mencari ayahnya

 

 
 

Gabrielle masih punya seorang ayah, dan ia selalu penasaran mengapa sang ayah menelantarkannya setelah ibunya meninggal. Gabrielle ingin ke Meksiko setelah mengetahui keberadaan sang ayah dari seorang teman. Rambo dan Maria melarangnya, karena sang ayah dianggap memiliki tabiat buruk. Diam-diam Gabrielle nekat pergi ke Meksiko seorang diri, dan disekap oleh mafia yang menjual gadis sebagai pekerja seks. Setelah mengetahui Gabrielle kabur, Rambo pun melacak keberadaan keponakannya itu.

Rambo: Last Blood, yang naskahnya digarap Matt Cirulnick dan Sylvester Stallone memiliki cerita yang tak bisa dibilang baru. Akar masalah tentang gadis yang diculik dan dijadikan pekerja seks, mengingatkan pada Taken (2008)-nya Liam Neeson, yang kebetulan pekan lalu ditayangkan salah satu TV nasional. Konflik yang pasaran ini mengecewakan, mengingat pembukanya adegan Rambo melawan badai cukup menjanjikan layaknya film tentang bencana alam.

 

Kakak beradik yang menculik Gabrielle
Kakak beradik yang menculik Gabrielle

 

Alur cerita misi penyelamatan sang keponakan, hingga harus berhadapan para mafia kejam terbilang klasik, bahkan mudah ditebak. Trauma masa lalu Rambo juga tidak tergali maksimal. Karakter pendamping yang muncul pun tidak mempunyai peran kuat.

Beruntung meski awalnya terasa lambat, Rambo: Last Blood memiliki adegan aksi yang seru. Sutradara Adrian Grunberg menyuguhkan pembantaian dengan senjata api, bom, atau senjata tajam hadir dengan berbagai improvisasi. Sajian menarik jika Anda suka jenis film yang menonjolkan adegan action dan kekerasan secara brutal. Cukup menghibur meski tak meninggalkan kesan mendalam untuk sebuah film penutup.

(ray / ray)


BERITA TERKAIT