Gara-gara Baim Wong - Lucky Perdana, Manajemen Artis Ini Alami Kerugian Ratusan Juta
TABLOIDBINTANG.COM | 03/05/2019 14:15
Gara-gara Baim Wong - Lucky Perdana, Manajemen Artis Ini Alami Kerugian Ratusan Juta
Baim Wong dan Lucky Perdana kabarnya mengambil pekerjaan itu secara langsung tanpa melalui manajemen artis. (Seno/tabloidbintang.com)

Manajemen artis QQ Production resmi melaporkan Baim Wong dan Lucky Perdana ke Polda Metro Jaya pada Kamis (2/5), terkait tudingan melakukan tindak pidana penipuan. Dua artis tersebut dilaporkan dengan Pasal 378 KUHP.

Permasalahan bermula dari persetujuan kedua belah pihak untuk mencari suatu pekerjaan. Manajemen artis QQ Production kemudian berhasil mendapat klien dari salah satu partai politik. Namun di tengah jalan, Baim Wong dan Lucky Perdana kabarnya mengambil pekerjaan itu secara langsung tanpa melalui manajemen artis.

Lucky Perdana (Seno/tabloidbintang.com)

Gara-gara hal itu, manajemen artis ini merasa ditipu sudah bekerja keras namun tidak mendapatkan hasil apa-apa.

"Namanya manajemen artis kan bukan modal dengkul ya, ada biaya-biaya, ada biaya operasional. Itulah yang tadi diminta oleh penyidik waktu konseling. Ini ada buktinya," kata Didit Wijayanto selaku pengacara Astrid dari QQ Production di Polda Metro Jaya, Kamis (2/5).

"Ada biaya operasional, biaya entertain, macam-macam. Nah itulah kerugian. Dengan adanya satu janji dari Baim, yaitu 10 persen. Walaupun kami mintanya 20 persen, tapi dia bilang 10 persen aja ya, katanya. Sedangkan Lucky menyetujui 20 persen. Tapi akhirnya menyerahkan 2 x 25 juta, jadi 50 juta," imbuhnya.

Nilai kerugian yang dialami manajemen artis gara-gara Baim Wong dan Lucky Perdana diklaim mencapai ratusan juta rupiah.

"Kalau kerugian materil, itu ditulis Rp100 juta lebih kurang yang sudah dikeluarkan oleh manajemen artis untuk segala macam. Untuk operasional," kata Didit Wijayanto.

"Itu belum yang lain-lain sih ya. Janji-janji saya sama pihak lain yang seharusnya saya bayarkan dan bahkan masih ada invoice yang belum kita bayarkan. Ini yang sudah dikeluarkan saja lebih kurang Rp100 juta. Sebenarnya lebih dari itu. Kalau imateril tidak dicantumkan, itu urusan perdata," sambung Astrid di tempat yang sama.

(man/bin)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT