Mackenzie Foy: Penggemar Disney Yang Menjadi Putri
TABLOIDBINTANG.COM | 20/11/2018 10:00
Mackenzie Foy: Penggemar Disney Yang Menjadi Putri
Mackenzie Foy: Penggemar Disney Yang Menjadi Putri (Depositphotos)

Menjelang musim dingin dan Natal tahun ini, Disney merilis film The Nutcracker and the Four Realms.

Layaknya dongeng, The Nutcrackers menyajikan kisah petualangan seorang putri cantik bernama Clara Stahlbaum yang dimainkan Mackenzie Foy (17).

Sebelumnya, ia dikenal sebagai aktris cilik pemeran Renesmee, anak pasangan Edward Cullen (Robert Pattinson) dan Isabella Swan (Kristen Steward) di film The Twilight Saga: Breaking Dawn.

Clara bertualang di empat alam yang diciptakan almarhum ibunya. Ia berhadapan dengan Mother Ginger (Helen Mirren) yang diduga berusaha menghancurkan kerajaan yang dibangun ibu Clara. Konspirasi politik membuat Clara sadar siapa dalang pemberontakan ini. Clara digambarkan sebagai putri cantik, cerdas, dan pemberani. Ia menyukai hal-hal berbau sains dan mesin.

Mackenzie Foy: Penggemar Disney Yang Menjadi Putri (dok. Walt Disney)

“Yang sangat keren tentang Clara, dia gadis yang mencintai sains dan mesin tapi juga sangat mengapresiasi seni maupun keindahan. Clara tidak takut menjadi mekanik atau pahlawan. Di sisi lain, ia tetap mengenakan gaun dan sepatu berhak,” urai Mackenzie.

Sebagai penggemar Disney, Mackenzie tidak menyangka proyek The Nutcracker jatuh ke tangannya. Bagi Mackenzie, membintangi film produksi Disney sesuatu yang sangat keren. “Saya penggemar berat Disney. Bisa bermain di film Disney dan menjadi seorang putri, rasanya saya ingin teriak, ‘Ya Tuhan, ini sangat keren! Ini luar biasa!'” serunya.

Tumbuh bersama karya-karya Disney, Mackenzie tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya selama syuting. Baginya, Disney tidak sekadar memproduksi film melainkan mewujudkan fantasi menjadi kenyataan.

Mackenzie Foy: Penggemar Disney Yang Menjadi Putri (Depositphotos)

“(Kami syuting) adegan pertama di benteng salju. Saya langsung berujar, ‘Oh, kita membuat film Natal!’ Benteng itu salah satu set paling besar di film ini. Ada pohon dan lumpur sungguhan. Sayang, saljunya bukan salju sungguhan tapi glitter. Itu sangat fantastis! Pohonnya bisa menyala dan dipenuhi kunang-kunang. Saya menyadari film ini spesial dan unik. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali,” Mackenzie menukas.

(riz / gur)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT