Sejarah Pekabaran Injil di Papua Difilmkan, Ongkos Produksi Rp 1 Triliun, Libatkan Hollywood
JUBI.CO.ID | 07/02/2019 16:20
Sejarah Pekabaran Injil di Papua Difilmkan, Ongkos Produksi Rp 1 Triliun, Libatkan Hollywood
Rapat perdana Gubernur Papua Barat bersama unsur Fokopimda di Papua Barat untuk persiapan pembutan film ‘Mansinam’. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Manokwari, Jubi – Sejarah Pekabaran Injil di Tanah Papua akan dijadikan film dokumenter yang berjudul ‘Mansinam’. Film ini berkisah tentang sejarah perjalanan dua misionaris atau ‘The Story of Ottow-Geissler’ dengan melibatkan lima negara termasuk Amerika Serikat sebagai produser dunia perfilman Hollywood.

Film ini berangkat dari pemahaman terhadap jati diri orang Papua dan sebuah peradaban Papua yang sangat unik. Karena peradaban Papua dimulai dari pemberitaan Injil.

BACA JUGA: Diduga ada pengalihan aset PD Irian...

“Artinya, bukan ada terang setelah gelap, tetapi ada terang dari dalam gelap. Itulah kekuatan injil. Bahwa dalam kegelapan dan kondisi yang tidak memungkinkan dua penginjil itu datang, tapi bagi Allah tak ada yang mustahil,” ujar Martha Milahelu, Asadaya Mediatama Production kepada wartawan di Manokwari.

Jika kisah ini kemudian difilmkan, kata Martha, maka akan menjadi film yang spektakuler dengan standar internasional yang harus diperjuangkan.

“Jika 164 tahun lalu, orang luar yang bawa terang ke Papua, maka dari film ini orang Papua yang akan membawa terang kepada bangsa-bangsa. Inilah nilai/value dari film tersebut. Cerita tentang jati diri, peradaban, dan Injil (kekuatan Allah) yang harus beritakan kepada bangsa-bangsa, dan Papualah yang akan memberitakan itu melalui film ini,” ujarnya.

Produser dalam sinema berdurasi 120 menit ini adalah film maker Hollywood, sehingga Amerika juga terlibat secara langsung. Tapi porsi paling banyak sebagai pemeran dalam film ini adalah anak-anak asli Papua.

“Tim pembuat film dari Hollywood hanya sebagai pekerja (produser), tapi 85 sampai 90 persen aktornya adalah anak-anak asli Papua. Dan untuk memilih aktor, mereka akan melalui casting dan audisi,” katanya.

Untuk prosesnya, kata Martha, sementara dalam proses akusisi dan sudah berjalan 25 persen. Ditargetkan film ini akan rampung tahun 2021.

Presentase rencana pembuatan film tersebut semakin dimatangkan dalam rapat perdana yang digelar bersama Gubernur Papua Barat dihadiri unsur forkopimda Papua Barat dan pihak Sinode GKI pada Rabu (6/2/2019) di Aston niu Hotel Manokwari.

BACA JUGA: Pemprov Papua disarankan bentuk tim tangani...

Dalam rapat perdana itu, kata Martha, beberapa poin diantaranya tentang pembuatan film akan berdampak pada hidup seseorang, komunitas kota bahkan Negara, dimulai dengan masuknya Injil di Tanah Papua.

Film ini juga memiliki visi menjadikan Mansinam sebagai media yang menyampaikan kabar baik dari Tanah Papua kepada dunia.

“Lokasi shooting film Mansinam berawal dari Australia, Jerman, Belanda dan Asia (Jakarta, Ternate dan Manokwari Papua Barat),” ujarnya.

Baca selengkapnya di JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT