WandaVision Sitkom Marvel dan Disney+ Bergaya Klasik
TEMPO.CO | 15/01/2021 21:26
Elizabeth Olsen (Wanda Maximoff) dan Paul Bettany (Vision) dalam serial WandaVision. Dok. Disney Plus Hotstar
Elizabeth Olsen (Wanda Maximoff) dan Paul Bettany (Vision) dalam serial WandaVision. Dok. Disney Plus Hotstar

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah lama dinantikan, Marvel Studios dan Disney+ resmi membuka gerbang semesta sinematik Marvel (Marvel Cinematic Universe /MCU) fase keempatnya dengan serial eksklusif WandaVision. Serial itu, terdiri dari 9 episode yang tayang mulai 15 Januari 2021 pukul 15.00 WIB. ANTARA berkesempatan untuk menyaksikan tiga episode pertama dari serial ini beberapa waktu lalu.

WandaVision merupakan sebuah tayangan spesial yang menggabungkan konsep serial televisi klasik dan MCU, di mana Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen) dan Vision (Paul Bettany) merupakan makhluk dengan kekuatan super yang menjalani kehidupan di pinggiran kota yang ideal. Mereka mulai curiga bahwa semuanya tidak berjalan seperti yang terlihat.

WandaVision menggabungkan benang cerita dari MCU dengan pendekatan konsep serial televisi komedi situasi (sitkom) klasik era 1950-60an. Jauh sebelum serial ini dirilis, konsep ini ditunjukkan melalui sejumlah cuplikan dari Marvel, dan tentu saja menimbulkan pertanyaan. "Bagaimana dua Avengers kita yang seharusnya berada di masa kini, diceritakan ke dalam format sitkom klasik?".

Serial ini berlangsung beberapa saat setelah peristiwa "Avengers: Endgame", dan Wanda Maximoff serta Vision hidup dalam kebahagiaan rumah tangga seperti layaknya di sebuah sitkom. Persis seperti sesuatu yang keluar dari komedi situasi, mereka tampil dalam balutan warna hitam-putih, dibingkai dalam rasio aspek 4:3, dan ikut "dimeriahkan" oleh reaksi dan tawa penonton di studio.

Disutradarai oleh Matt Shakman dengan Jac Schaeffer sebagai head writer, keduanya bisa menampilkan bagaimana lucunya hubungan dan dinamika antara Wanda dan Vision, serta teman-teman di sekeliling mereka dengan segar.

Seluruh humor, nada, hingga gestur dan kostum yang ditampilkan seakan dapat membawa penonton ke latar 1950-an tersebut, dan terasa menyegarkan, karena ini merupakan langkah baru Marvel untuk menuturkan cerita para pahlawan kesayangan penggemarnya. Tak hanya mampu mengapresiasi ciri khas dan keindahan sitkom klasik, ceritanya juga sangat menarik dan dikemas dengan apik. Terdapat pula beberapa referensi alias easter eggs yang bisa ditemui penonton setia MCU di serial ini.

Chemistry dari Elizabeth Olsen dan Paul Bettany, tentu sudah tidak diragukan lagi. Keduanya terlihat sangat menggemaskan dan lucu. Agaknya, penampilan keduanya di serial ini menjadi obat rindu para penggemar, yang sebelumnya hanya bisa menyaksikan sekilas tentang hubungan dan romansa Wanda dan Vision.

Selain penampilan kedua tokoh utamanya, penampilan dari serangkaian karakter baru serial ini, seperti Kathryn Hahn sebagai Agnes -- tetangga Wanda dan Vision yang lucu dan "bawel". Kehadirannya mampu memberikan warna baru di serial ini. Ada pula Teyonah Parris sebagai Monica Rambeau, dimana karakter ini sebelumnya muncul pertama kali dalam “Captain Marvel”.

Dalam konferensi pers global "WandaVision" beberapa waktu lalu, Parris mengatakan bahwa karakter Monica di serial "WandaVision" memegang peran penting untuk pengembangan karakter tersebut di film "Captain Marvel 2" mendatang. "(Melalui 'WandaVision'), kita akan menjadi tahu bagaimana ia (Monica) tumbuh dan berevolusi dari waktu ke waktu hingga ke periode ini," kata aktris dalam film If Beale Street Could Talk (2018) itu.

Tokoh lainnya, antara lain Kat Dennings akan kembali memainkan perannya sebagai Darcy dari “Thor” dan “Thor: The Dark World”, serta Randall Park akan kembali memainkan perannya sebagai Jimmy Woo dari “Ant-Man and The Wasp”.

Selain tokoh dan ceritanya yang kuat dan segar, serial ini ikut didukung oleh musik yang menyenangkan dan cocok sesuai latar sitkom ala tahun 1950-an. "WandaVision" menampilkan original theme song oleh para penulis lagu pemenang penghargaan Oscar, Kristen Anderson-Lopez dan Robert Lopez (Frozen), yang menulis lagu-lagu unik untuk beberapa episode, mulai dari tahun 1950-an hingga awal tahun 2000-an.

Sementara itu, serial ini akan hadir dengan sembilan episode, dan mengajak penonton untuk mengikuti "misteri" dan cerita "WandaVision" secara perlahan, namun tak membosankan. "WandaVision" tidak seperti apa pun yang pernah penonton lihat sebelumnya di MCU. Serial ini terasa "aneh", lucu, dan misterinya memikat.

Dengan hanya rata-rata 30 menit per episode, tiga episode pembuka "WandaVision" mampu berdiri sesuai konsep sitkomnya, sehingga mudah untuk diikuti oleh penonton. Tak hanya menjadi suguhan baru bagi penyuka Marvel, penggemar sitkom vintage agaknya juga akan mengagumi komitmen serial pada detail dan humor yang disisipkan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT