Beruntung Bertemu Syekh Ali Jaber, Deddy Corbuzier: Beliau Itu Pahlawan
TEMPO.CO | 14/01/2021 14:31
Ulama,Syekh Ali Jaber meninggal dalam usia 44 tahun pada Kamis, 14 Januari 2021 pukul 8.30 di RS Yarsi. Kabar ini disampaikan Yusuf Mansur melalui unggahan video di akun Instagramnya. Instagram/@arieuntung
Ulama,Syekh Ali Jaber meninggal dalam usia 44 tahun pada Kamis, 14 Januari 2021 pukul 8.30 di RS Yarsi. Kabar ini disampaikan Yusuf Mansur melalui unggahan video di akun Instagramnya. Instagram/@arieuntung

TEMPO.CO, Jakarta - Deddy Corbuzier merasa beruntung bertemu dengan Syekh Ali Jaber. Ulama asal Arab Saudi yang menjadi Warga Negara Indonesia sejak 2012 itu datang menjadi bintang tamu program podcastnya, Close the Door pada 14 September 2020, sehari setelah ditusuk. 

"Saya adalah salah satu orang yang beruntung diberi Allah bertemu @syekh.alijaber walau hanya sekali. Beliau datang satu hari setelah beliau ditusuk...," katanya saat memberikan keterangan di video yang diunggahnya pada Kamis, 14 Januari 2021. 

Syekh Ali Jaber wafat pada Kamis pagi pukul 8.30, 14 Januari 2021 di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat setelah sekian lama dirawat karena terinfeksi Covid-19. Saat wafat, Syekh Ali Jaber dinyatakan negatif Covid. Ia mengalami kritis pada Rabu malam, 13 Januari 2021, sempat dipasang alat pacu jantung hingga berpulang. 

Deddy Corbuzier menuturkan dengan emosional, ia membuat video itu untuk menunjukkan luar biasanya seorang Syekh Ali Jaber. "Saya bikin video ini supaya teman-teman tahu betapa luar biasanya sosok beliau. Saya enggak peduli kalau ada yang nge-hate video ini. Beliau datang ke sini ke studio, tanpa ada pengawalan satu hari setelah ditusuk. Tangannya masih dibalut terus duduk di kursi depan sama Gus Miftah. Beliau ngobrol sama saya dan bilang, 'Enggak tahu kenapa saya ditusuk padahal saya selalu bicara yang positif'," kata Deddy. 

Deddy Corbuzier mengunggah fotonya saat diimami Syekh Ali Jaber. Instagram/@deddycorbuzier

Menurut ayah Azka Corbuzier ini, Syekh Ali Jaber adalah seorang pahlawan. Ulama besar ini sebenarnya berhak marah atas kejadian penusukan yang dialaminya pada 13 September 2020. "Berkoar-koar...Lalu membuat rusuh di mana-mana. Tapi beliau memilih ke podcast saya bersama @gusmiftah untuk menenangkan masyarakat. Tuk mendamaikan..Tuk diam. Bicara beliau di podcast saya adalah diamnya beliau..." tulis Deddy. 

Berbicara di podcastnya Deddy, kata dia, memang sengaja dilakukan untuk mendinginkan amarah massa saat mengetahui ulamanya dilukai. "beliau datang ke sini tujuannya untuk memviralkan bahwa beliau tidak apa-apa supaya orang-orang tenang dan sabar, tidak marah-marah di jalanan," kata Deddy menjelaskan. 

Menurut Deddy, ia menanyakan tujuan Syekh Ali Jaber datang ke tempatnya. "Harus datang karena saya harus menyebarkan bahwa saya ditusuk itu masalah saya dengan Allah sendiri, saya menyelesaikan sendiri tanpa harus ada keributan dan masalah baru yang terjadi di mana-mana hanya karena saya ditusuk," katanya. 

Insiden penusukan Syekh Ali Jaber terjadi saat ia berdakwah di atas panggung. Tiba-tiba, seorang pemuda menyeruak dari kerumunan, naik ke atas panggung dan menusuknya. Kejadian itu membuat marah umat Islam. Syekh Ali Jaber saat itu justru mendinginkan massa yang marah dan memaafkan Alpin, pelaku penusukan itu. 

"Dia itu orang besar yang negara ini butuhkan lebih banyak lagi. Video ini ada di Youtube saya buat untuk dia...Untuk kita mengetahui bagaimana sebenarnya dia," kata Deddy Corbuzier


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT