Europe on Screen atau EoS 2020 Digelar Daring, Sajikan 40 Film Panjang
TEMPO.CO | 04/11/2020 05:05
Film berjudul Swoon yang akan diputar dalam acara Europe on Screen atau EoS 2020 secara virtual. Foto: Instagram europeonscreen
Film berjudul Swoon yang akan diputar dalam acara Europe on Screen atau EoS 2020 secara virtual. Foto: Instagram europeonscreen

TEMPO.CO, Jakarta - Para pecinta sinema Eropa dapat menikmati gelaran festival film tahunan Europe one Screen atau EoS ke-20 pada 16 - 30 November 2020. Jika biasanya festival ini berlangsung di beberapa kota besar, kali ini tayangan film bisa dinikmati dari rumah masing-masing karena diadakan secara daring.

Penyelenggara Europe on Screen akan menayangkan 40 film panjang dari 25 negara Eropa dan satu kompilasi film pendek pemenang kompetisi Short Pitching Project EoS 2019. "Untuk pertama kalinya sepanjang 20 tahun festival seluruh pemutaran film diselenggarakan secara virtual untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini," ujar Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia saat konferensi pers pada Senin, 2 November 2020.

Acara Europe on Screen secara daring ini tak lepas dari pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara. Banyak film yang tertunda pembuatan atau peluncurannya, demikian juga dengan beberapa festival film internasional. Kemudian muncul terobosan dengan festival film internasional daring.

Vincent Piket berharap acara virtual ini mampu menjangkau penonton yang lebih banyak di seluruh nusantara. Dia menyatakan Europe on Screen tahun lalu mampu menggaet lebih dari 30 ribu penonton. Festival ini, kata dia, tetap akan menghadirkan serangkaian film Eropa kontemporer terbaik dan terbaru.

Festival Co-director Europe on Screen, Nauval Yazid mengatakan bentuk festival daring juga membuka kesempatan seluruh masyarakat untuk dapat menonton, kapan pun dan dimana pun. "Untuk kesempatan menonton daring ini, masyarakat bisa menyaksikan film secara gratis melalui situs Festival Scope," ujar Nauval.

Festival Scope, menurut Nauval, merupakan situs khusus untuk mengadakan festival film secara daring yang sudah digunakan beberapa festival film internasional, seperti Venice, Helsinki. Untuk mendapatkan tiket, penonton harus membuat akun di situs Festival Scope serta memiliki browser dan sistem operasi gawai terkini. Tiket gratis akan tersedia pada hari pemutaran dengan jumlah terbatas untuk setiap filmnya. "Sama seperti di bioskop, ada tiket terbatas untuk setiap film yang akan diputar," ujarnya.

Europe on Screen 2020 akan menghadirkan 40 film fiksi panjang dan sepuluh film dokumenter. Ada film berjudul Swoon sebagai pembuka dan ditutup dengan pemutaran film How About Adolf?. Swoon, film panjang asal Swedia 2019 disutradarai oleh Måns Mårlind dan Björn Stein. Film pemenang penata musik dan penata kostum terbaik dalam ajang Guldbagge Awards 2020, ini terinspirasi oleh sejarah taman rekreasi Grona Lund di Stockholm, Swedia. Adapun How About Adolf? adalah film komedi tahun 2018 dari Jerman arahan Sönke Wortmann. Film ini mendapatkan nominasi film terbaik dalam ajang Film Festival Cologne 2018.

Selain memutar puluhan film selama 15 hari, panitia juga mengumumkan nomine Short Film Pitching Project atau SFPP. Di Europe on Screen atau EoS 2020, para pembuat film dapat mendaftarkan ide cerita film pendek mereka dan berkesempatan memenangkan dana produksi parsial dari Europe on Screen. Panitia menerima 170 ide film dan memilih sembilan orang yang terbaik menjadi finalis. "Mereka akan mempresentasikan idenya di depan para juri secara daring untuk dipilih tiga pemenang," ujar Festival Co-director, Meninaputri Wismurti.

Kesembilan finalis ini adalah Kaum - Bayu Topan – Banyuwangi; Two Suicide Bombers and A Godot (Bom Bunuh Diri dan Godot) - Carya Maharja dan Radisti Ayu Praptiwi – Jakarta; Setengah Lima - Jatmiko Wicaksono dan Abiyoso – Tanjung; Kacamata (Glasses) - Guns Gunawan & Mariah Kibtia – Jakarta; Seseorang Yang menutupi Layar - Nashiru Setiawan – Malang; The Great Eclipse of The Heart - Fadel R dan Yanuar Priambodo – Jakarta; Kepada Istriku (Marta, I’m Home) - Patrick Warmanda & Robert Darmawan – Jakarta; Can I Get Some Those Packages? - Gemilang Cahaya Adibrata dan Shahabi Sakri – Jakarta; Bicycle With Thief - Abel Fattim Diawara dan Jeremy Randolph - Tangerang . Mereka akan mempresentasikan gagasannya di hadapan tiga juri, yakni sineas Lucky Kuswandi, Yulia Evina Bhara, dan Tumpal Tampubolon.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT