Kritik Presiden Prancis, Arie Untung Anggap Tas Mewah Ini Tidak Layak Digunakan
TEMPO.CO | 28/10/2020 18:47
Selebriti Arie Untung bersuafoto dengan jamaah yang hadir di Tabligh Akbar bertema Hijrahku Bahagiaku di Masjid Al-Alzhar, Jakarta, 21 September 2017. Tabligh Akbar ini bertujuan untuk menyambut Tahun Baru Islam 1439 H. TEMPO/Ilham Fikri.
Selebriti Arie Untung bersuafoto dengan jamaah yang hadir di Tabligh Akbar bertema Hijrahku Bahagiaku di Masjid Al-Alzhar, Jakarta, 21 September 2017. Tabligh Akbar ini bertujuan untuk menyambut Tahun Baru Islam 1439 H. TEMPO/Ilham Fikri.

TEMPO.CO, Jakarta - Seruan aksi boikot produk Prancis sebagai imbas pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron masih terus bergema di jagad maya. Seruan itu juga datang dari aktor sekaligus presenter Arie Untung.

Sebelumnya, Presiden Macron mengatakan negaranya tidak akan berhenti menerbitkan atau membicarakan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Dalam akun Instagram pribadinya Arie Untung mengunggah foto sejumlah produk fashion Prancis dan menuliskan kekecewaannya pada pernyataan sang presiden tersebut. “Barang-barang ini. Tidak akan kami pakai. Berapapun harganya. Tidak sebanding sama nabiku sama sekali. So insulting,” tulis Arie melalui @ariekuntung pada Rabu 28 Oktober 2020.

Dalam unggahannya tersebut, suami dari presentar dan aktris Fenita ini juga mengingatkan umat Islam di Indonesia untuk bersabar dan melihat peristiwa tersebut sebagai sebuah pernyataan kenegaraan.

Aksi boikot produk Prancis itu dinilainya sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Macron yang menyebut negaranya tidak akan berhenti menerbitkan atau membicarakan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad, atau tidak ditujukan untuk menjatuhkan warga Prancis. “Sambil ngingetin ini adab kebijakan negaranya ya guys. Bukan orangnya, ini murni pemimpinnya aja, tidak semua orang Prancis juga setuju dengan presidennya. Memang bukan salah tas-tas ini tapi biar dia tau dampak ekonomi yang dihasilkan atas penghinaan ini,” kata Arie Untung dalam keterangan tertulisnya.

Arie pun mengajak masyarakat muslim untuk tidak membalas menghina kepercayaan apapun. Ia meminta masyarakat muslim untuk sabar. "Hidup berdampingan damai dengan yang berbeda kepercayaan adalah kelembutan yg diajarkan Rasulullah SAW," katanya.

Arie pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan ekonomi Indonesia dengan membeli produk dalam negeri. Ia yakin banyak barang dari Usaha Kecil Menengah Indonesia yang berkualitas bagus. "Yang harganya memang lebih murah, tapi valuenya kita sekalian bisa saling membantu pengusaha lokal," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT