Setelah Viral dan Diklaim Sebagai Penipu, Denise Chariesta Senang Masuk TV
TEMPO.CO | 20/10/2020 20:15
Melalui Insta Story Denny Cagur membandingkan video Denise Chariesta dengan video Raffi Ahmad, Ruben Onsu dan Eko Patrio sedang makan di pinggir jalan, yang langsung mendapatkan respon dari warganet. Instagram.com
Melalui Insta Story Denny Cagur membandingkan video Denise Chariesta dengan video Raffi Ahmad, Ruben Onsu dan Eko Patrio sedang makan di pinggir jalan, yang langsung mendapatkan respon dari warganet. Instagram.com

TEMPO.CO, JakartaDenise Chariesta diklaim oleh netizen sebagai penipu. Denise merupakan perempuan yang viral sejak beberapa hari lalu karena mengaku sebagai orang kaya dalam video TikTok-nya dan mengatakan tidak ingin berteman dengan orang-orang yang nongkrong di pinggiran.

Denise diketahui memiliki sebuah toko bunga bernama Fleur de DC yang berlokasi di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Penipuan ini pernah diungkapkan oleh kekasih Boy William, Karen Vendela melalui Instagram Storynya yang ada di highlight dengan judul Penipuan. Kejadian ini bermula dari Karen yang ingin memesan bunga di hari Valentine. Saat itu, Karen ingin membantu temannya untuk memesankan bunga di toko bunga milik Denise melalui percakapan Whatsapp.

"Jadi aku mau cerita karena aku kesal banget sama toko bunga yang namanya Fleur de DC. Dia nipu aku dan aku kesal kenapa gak profesional banget," kata Karen di Instagram Storynya pada 16 Februari 2020. "Pertama kalian harus baca semua percakapan kita dan kalian bisa kasih tahu aku kalau aku ada hak gak untuk marah."

Selebgram Denise Chariesta menjadi perbincangan di dunia sosial setelah dirinya bersama dengan teman-temannya mengunggah video TikTok sedang nongkrong di sebuah mall dan mengaku orang kaya. Instagram.com

Karen Vendela mengunggah sejumlah bukti percakapannya dengan pihak Fleur de DC. Ia ingin memesan bunga berbentuk anjing French Bulldog seperti pada foto yang dikirimnya untuk hari Valentine. Pihak Fleur de DC itu menyanggupi dan mengatakan kalau harganya Rp 3,9 juta ditambah Rp 200 ribu untuk ongkos kirim. Karen pun langsung mentransfer uang tersebut ke rekening atas nama Denise Chariesta.

Karen juga sempat kesulitan saat ingin mengetahui update bunga pesanannya. Dari percakapannya itu terlihat Karen sangat marah karena waktu pengantaran bunga tersebut melewati hari Valentine. Selain itu bentuk bunga yang dikirimkan juga tidak mirip dengan foto yang dikirimkan oleh Karen. Karena kesal, Karen menandai akun Instagram Denise. "Jangan dagang kalo nipu orang. Ngerampok aja sekalian. Nanggung," tulis Karen.

Melvin Tenggara. Instagram/@melvintenggara

Selain Karen, ada pula yang juga menjadi korban penipuan dari toko bunga milik Denise. Farah Ayu Seto mengungkapkan kekesalannya terhadap toko bunga milik Denise. Saat itu sang suami memesan bunga berbentuk kuda poni di hari Valentine. Alih-alih dikirimkan di hari Valentine, pihak Denise mengirimkannya satu hari setelah Valentine. Bunga berbentuk kuda berwarna pink yang diharapkan juga sangat berbeda jauh dengan kenyataannya. Jika dilihat dari unggahannya di Instagram, uang yang dikeluarkan untuk membayar bunga tersebut sebesar Rp 30 juta.

Ada juga pengguna Twitter yang mengungkapkan perilaku Denise. "Ini owner florist fleurdedc NORAK BGT ASLII. I’ve met fellow florists, semuanya baik dan humble ga ada yang begini. Dia ngutang ke bbrp supplier bunga yg jadi langganan gue jg dan gak dibayar-bayar bertahun-tahun sampe PULUHAN JUTA, terus tetep pesen di tempat yang diutangin tapi pake nama lain," tulis akun @jeniadriani di Twitter pada Minggu, 18 Oktober 2020.

Denise sendiri justru senang dengan hujatan netizen. Ia merasa mendapatkan berkah dengan namanya yang viral. Pada video TikTok terbarunya, Selasa sore, 20 Oktober 2020, Denise menunjukkan ia diundang Feni Rose untuk syuting Rumpi. 

"Guys, si cadel makin terkenal, masuk tivi, guys, si cadel...berkat hujatan netizen. Makasih netizen atas hujatannya, kalau kalian di mana? Masih di rumah ya? Aku sudah di tivi?" katanya.   

MARVELA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT