Produksi Film Indonesia, Netflix Gandeng Starvision dan Nia Dinata
TEMPO.CO | 14/08/2020 19:30
Sutradara dan Producer, Nia Dinata, berpose saat media visit pemain film "Kenapa Harus Bule?" di kantor redaksi koran Tempo, Palmerah, Jakarta, 12 Maret 2018. Nia Dinata menjadi produser dalam film yang disutradarai Andri Cung tersebut. TEMPO/Nita Dian
Sutradara dan Producer, Nia Dinata, berpose saat media visit pemain film "Kenapa Harus Bule?" di kantor redaksi koran Tempo, Palmerah, Jakarta, 12 Maret 2018. Nia Dinata menjadi produser dalam film yang disutradarai Andri Cung tersebut. TEMPO/Nita Dian

TEMPO.CO, Jakarta -Netflix, layanan hiburan streaming terkemuka di dunia, menandatangani kerja sama dengan Starvision dan Nia Dinata untuk memproduksi dua film original baru di Indonesia pada Kamis, 13 Agustus 2020.  Kerja sama itu sekaligus menandakan investasi jangka panjang terhadap perfilman Indonesia.

Kedua film tersebut direncanakan tayang di Netflix pada 2021. Selain Nia Dinata, kedua film itu juga akan diarahkan Hadrah Daeng Ratu, sutradara muda berprestasi.

Myleeta Aga, Direktur Konten Netflix untuk wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru mengatakan pihaknya sangat senang dapat bekerja sama dengan Starvision dan KalyanaShira.  Terlebih Nia dan Hadrah merupakan dua sutradara perempuan berbakat dengan visi yang kuat.

"Indonesia memiliki komunitas kreatif yang berkembang dengan pesat, dan kami baru saja mulai memperdalam kemitraan kami dan menemukan banyak sekali cerita-cerita lokal menakjubkan yang belum pernah diceritakan sebelumnya," katanya.

Kedua film ini akan menambah koleksi beragam film Indonesia yang saat ini tersedia bagi anggota Netflix, seperti The Night Comes For Us, Love for Sale, Aruna dan Lidahnya, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Imperfect, Humba Dreams, Semesta, dan film original yang baru saja diumumkan, Guru-Guru GokIl.

Nia Dinata, Sutradara dan Produser,menyampaikan rasa senangnya bisa bekerja sama dengan Netflix untuk proyek barunya ini. "Saya selalu percaya bahwa sebuah cerita, baik itu dalam bentuk film, serial, ataupun dokumenter dapat menyatukan beragam manusia di mana pun mereka berada, apapun bahasa yang mereka gunakan. Saya merasa beruntung Netflix memberikan kesempatan bagi saya untuk membagikan cerita-cerita Indonesia kepada dunia," tutur Nia Dinata.Chand Parwez Servia. TEMPO/Nurdiansah

Direktur Utama Starvision Chand Parwez Servia mengatakan selama ini pihaknya telah bermitra dengan Netflix untuk menjadikan film-film Indonesia lebih mudah diakses semua orang. "Kami menyambut kesempatan untuk mengembangkan kerja sama ini lebih jauh melalui produksi film original dengan cerita yang sangat dekat dengan anak-anak muda," kata Chand Parwez.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu menyoroti keragaman cerita yang dapat dinikmati di Netflix dan bagaimana Netflix bekerja sama dengan beragam storyteller dari seluruh dunia, mulai dari sutradara pemenang penghargaan hingga sineas muda, serta memberikan mereka akses untuk menjangkau penonton dunia. "Saya berharap film ini tidak hanya berkenan dihati para penonton Indonesia, tapi juga anak-anak muda di mana pun," ujar dia.

Sejak kehadirannya di Indonesia pada 2016, Netflix secara aktif menaruh kepercayaan pada sineas Indonesia melalui berbagai bentuk kerja sama dengan mitra lokal, seperti Starvision, Falcon Pictures, Visinema Pictures, Lifelike Pictures, MILES Films, dan BASE Entertainment.

Myleeta menambahkan, “Kami memahami bahwa anggota kami di Indonesia ingin menonton lebih banyak cerita tentang kehidupan dan budaya Indonesia di Netflix. Untuk itu, kami berharap dapat bekerja sama dengan lebih banyak sineas lokal yang luar biasa untuk mengangkat cerita-cerita Indonesia ke kancah dunia."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT