Buku mBoel, Bukti Cinta Kasih Sapardi Djoko Damono kepada Sang Istri
TEMPO.CO | 11/08/2020 17:30
Aggota keluarga merapikan foto almarhum Sapardi Djoko Damono di rumah duka Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Ahad, 19 Juli 2020. Sastrawan Indonesia ini meninggal dalam usia 80 tahun. ANTARA/Muhammad Iqbal/
Aggota keluarga merapikan foto almarhum Sapardi Djoko Damono di rumah duka Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Ahad, 19 Juli 2020. Sastrawan Indonesia ini meninggal dalam usia 80 tahun. ANTARA/Muhammad Iqbal/

TEMPO.CO, Jakarta -Belum genap sebulan kepergian penyair Sapardi Djoko Damono, penerbit Gramedia Pustaka Utama resmi merilis kumpulan sajak karya mendiang yang ditulis untuk sang istri, Sonya Sondakh. Peluncuran buku berjudul mBoel itu berlangsung sederhana di kediaman Sapardi Djoko Damono di Ciputat, Tangerang Selatan, senin, 10 Agustus 2020, serta ditayangkan live melalui akun instagram @bukugpu dan @gramediabooks.

Mirna Yulistianti, Kepala Bidang Sastra Gramedia Pustaka Utama mengatakan buku mBoel merupakan kumpulan puisi paling personal karya Sapardi Djoko Damono yang ditulis untuk istrinya. "80 sajak terakhir karya Pak Sapardi di buku ini merekam percakapan hati Bapak dan mBoel yang saling diucapkan dengan penuh sayang dan cinta,” katanya seperti tertuang dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 11 Agustus 2020.

Proses penciptaan mBoel bermula dari empat sajak Sapardi yaitu Hujan Bulan Juni, Aku Ingin, Di Restoran, dan Ketika Kau Tak Ada dimuat di surat kabar pada 1989. Sapardi lantas memfotokopi dan menyimpan koran itu, sementara aslinya dikirim kepada Sonya, atau mBoel, yang waktu itu sedang studi di Paris.

Keempat sajak itu kemudian dikenal sebagai bagian tak terpisahkan dari Sapardi sebagai penyair yang seharusnya mengawali buku ini. Tetapi, karena sudah begitu banyak dikenal dan dimuat di beberapa buku, dijadikan lagu dan dibaca oleh entah sekian puluh ribu pendengar dan pembaca, sajak-sajak itu tidak dimuat Sapardi kecuali yang berjudul Ketika Kau Tak Ada.Sapardi Djoko Damono saat acara Meet and Greet film Hujan Bulan Juni di Jakarta 1 November 2017. Tempo/ Fakhri Hermansyah

“Naskahnya sudah disiapkan Bapak sejak kira-kira dua tahun silam, direncanakan untuk terbit di hari ulang tahun saya, Agustus tahun ini. Bapak merencanakan semuanya sendiri, sebagai salah satu rangkaian rencana SDD tahun 2020,” tutur Sonya. Namun Belum sempat buku tersebut terbit, Sapardi meninggal dunia pada 19 Juli lalu karena penurunan fungsi organ tubuh. Namun, keinginannya tetap terwujud melalui perilisan pada Senin lalu.

Setelah resmi diluncurkan, mBoel dijadwalkan terbit reguler dalam format hardcover mulai 17 Agustus mendatang. Buku ini menjadi istimewa bagi penggemar karya-karya Sapardi karena seluruh sajak yang dimuat di dalamnya adalah baru dan belum dimuat dalam media cetak apa pun.

ADITYO NUGROHO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT