Ahok Blak-blakan Ungkap Masa Kelam Perceraian dengan Veronica Tan
TEMPO.CO | 04/07/2020 10:15
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Muhammad Hidayat;
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Muhammad Hidayat;

TEMPO.CO, Jakarta -Rumah tangga mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Veronica Tan sempat menjadi perbincangan. Terlihat harmonis, siapa sangka bila pernikahan mereka berujung pada perceraian. Apalagi saat itu Ahok mendekam di Rutan Mako Brimob karena kasus penistaan agama.

Ahok divonis pada 9 Mei 2017 dengan hukuman 2 tahun penjara. Dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Sekitar 8 bulan di bui, Ahok mengajukan gugatan cerai dari Veronica Tan ke Pengadilan Negara Jakarta Utara pada Jumat, 5 Januari 2020.

Gugatan cerai itu dilayangkan Ahok karena dugaan perselingkuhan Vero dengan seorang pria yang disebut sebagai 'good friend'. Kepada Daniel Mananta, Ahok kembali menceritakan masa-masa suram dalam hidupnya itu. Ahok mengaku sebetulnya ia tidak pernah berpikir rumah tangganya yang sudah menghasilkan tiga orang anak itu akan berakhir dengan perceraian.

"Saya waktu itu berpikir tidak mungkin cerai. karena saya juga mempunyai pemahamanan tuhan tidak suka perceraian, saya kristen ortodok. Berapa kali salah pun harus kita ampunin," kata Ahok seperti tertuang dalam video yang diunggah di kanal YouTube Daniel Mananta Network, Jumat, 3 Juli 2020.

Dengan pemahaman itulah, Ahok mendatangi pria yang disebut sebagai selingkuhan sang istri, bersama putra sulungnya, Nicholas Purnama. Ia memohon agar perselingkuhan itu diakhiri. "I was begging in front of him, I did, di depan anak saya," kata Komisaris Utama Pertamina ini. Terlebih, kata Ahok, sang pria juga sudah menikah dan sedang menantikan kelahiran anak kedua.Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kiri) meluncurkan buku "Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologi Ahok Selama di Mako Brimob" di Ruang dan Tempo, Jakarta, 17 Februari 2020. TEMPO/Charisma Adristy

Ahok mengaku memilih merendahkan diri demi mempertahankan keutuhan rumah tangganya. "Kalau ikutin emosi saya, mungkin saya sudah dipenjara karena nembak kepala orang atau minimal gebukin. Gue (waktu itu) gubernur kok. Dan aku punya rekaman semua pembicaraan, aku rekam. Rekaman semua di mal, di mana anda jemput, saya dapat filmnya," kata Ahok.

Tapi rupanya permohonan Ahok itu tak digubris. Jawaban pria itu justru malah menyulut emosi. "Dia dengan sombong menjawab: bukan urusan saya itu. Urusna domestik saudara. Urus sendiri.Ahok yang mencoba menahan emosi bahkan harus menahan Nicholas yang bersiap memukul pria itu.

"Saya harus tahan karena kasih karunia Tuhan, harga diri saya diinjak-injak. Sebagai laki laki, gubernur, dan saya berkuasa dan saya lebih kuat posisinya dan dia salah. Tapi saya tidak mau mempermalukan istri saya waktu itu. Ini kan tetap mamanya anak-anak. Saya juga ingin menutup aib, ini kan saya ingin keluarga saya balik. Maka saya nasehatin," kata Ahok.

Demi mempertahankan keluarga, Ahok juga sengaja membeli rumah dan apartemen atas nama sang istri. "Sudah nyerong pun saya beli rumah di Pantai Mutiara masih nama dia juga. Kenapa? saya masih pakai nama dia padahal sudah tahu dia ada teman baik nih. Karena saya mau memenangkan dia kembali. Orang bilang saya goblok, harusnya saat itu saya sudah nyimpan nyimpan harta dong, saya tidak," cerita Ahok.

Sekian tahun Ahok berusaha keras tidak mengucapkan kata cerai, termasuk saat mendekam di Mako Brimob. Ia cuma bisa meminta kepada sang istri agar berhenti berselingkuh. "Saya sakit sekali di dalam tahanan kalau kamu berdua pergi ke singapur, ke mana, boleh gak setop," tutur Ahok mengingat ucapannya saat itu.Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merayakan ulang tahun ke-54 tepat hari ini, Senin, 29 Juni 2020. Istri Ahok, Puput Nastiti Devi mengunggah foto saat merayakan ulang tahun secara sederhana di rumah mereka. Instagram/@BTPND

Namun, setelah merasa usahanya gagal dan dia banyak merenung dan membaca Al Kitab, akhirnya Ahok memutuskan untuk bercerai. "Kenapa saya putuskan bercerai, karena dia hanya kasih saya dua opsi, cerai atau terrima dia punya good friend. Makanya bagi saya harus cerai dengan segala resiko disalahpahamin orang,"  tutur Ahok.

Baca: Ahok Ulang Tahun, Puput Nastiti Devi: Bersyukur Memilikimu

Ahok mengaku kini hidupnya sudah lebih tenang. Ia juga mengaku sudah memaafkan semua kesalahan sang mantan. "Saya sudah belajar di dalam, ketika orang marahin kamu , kamu marahin balik. Kamu yang kena, kalah. Lebih baik kamu damai," ujarnya.

Ahok juga tidak peduli dengan harta yang masih atas nama Veronica Tan. Lagi-lagi semua didapat dari hasil perenungan dan pembelajaran selama ditahan. "Saya di situ belajar ketika kita bisa melepaskan harta dunia, melepaskan pengampunan, kamu free. makanya aku sekarang lebih sehat daripada dulu," kata Ahok sambil tersenyum.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT