Ini Panduan Bikin dan Menonton Film di Era New Normal
TEMPO.CO | 24/06/2020 23:53
Ilustrasi perempuan sedang syuting video. (Unsplash/Sam McGhee)
Ilustrasi perempuan sedang syuting video. (Unsplash/Sam McGhee)

TEMPO.CO, Jakarta - Para produser film telah menyepakati bagaimana membuat dan menonton film di era new normal. "Dari hasil berkomunikasi melalui zoom meting dengan para produser film dari berbagai negara, kami sepakat untuk membuat perubahan prosedur pembuatan film," kata Produser Eksekutif Spin Productions, George Arifin dalam bincang secara live streaming pada Rabu malam, 24 Juni 2020.

Menurut George, selama pandemi covid-19 ini, banyak terjadi penundaan segala kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. "Ini dapat dimaklumi, semua kena, termasuk kegiatan produksi film," katanya menambahkan.

George menjelaskan, pada langkah pertama, para produser harus mengambil sertifikasi covid-19 dari Safe Sets International. Sertifikasi ini berguna sebagai bukti bahwa ia telah menyelesaikan Safe Sets Covid-19 dengan level A untuk industri film dan produksi video. "Setelah ini menyusun mitigasi risiko covid-19 sebagai panduan untuk produser membuat film memasuki era new normal."

Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Langkah pertama mitigasi, kata George, adalah dengan survei lokasi dan pra produksi secara remote, misalnya dengan video call. Berikutnya adalah dengan meminimalisasi jumlah kru di lokasi maksimal sepuluh orang. 

"Yang diperlukan hanya yang esensial saja seperti tim produksi yang tentu tugasnya juga merangkap sekaligus. Sedangkan agency dan klien akan meninjau proses produksi secara remote juga," tuturnya.

Sebelum  covid-19 merebak, George sempat memproduksi video iklan untuk loket.com dengan tim produksi sebanyak 40 orang. Lokasi syuting video bertempat di dalam kantor Gojek dan dimulai selama satu hari penuh.

Saat itu tidak ada kendala sama sekali jika dibandingkan saat ini yang memaksanya menunda keberangkatan tim produksi untuk syuting di salah satu daerah di Jawa Timur. Kendati demikian ia telah merencanakan keberangkatan tim produksi untuk syuting Sabtu ini, dengan melaksanakan rapid test pada hari Jumat.

Ilustrasi bioskop. Sumber: the straits times/asiaone.com

Lokasi syuting tersebut menurutnya bukan salah satu hotspot lokasi penyebaran virus corona di Jawa Timur. Semua kru produksi yang akan diberangkatkan wajib rapid test. Pengadaan rapid test tersebut serta perubahan-perubahan aturan yang sudah disebutkan memakan biaya lebih lagi. Perlu diingat hasil rapid test tersebut hanya berlaku selama tiga hari, jadi jika proses syuting memakan waktu lebih dari tiga hari akan dilakukan rapid-test ulang.

Selain pelaksanaan rapid test sehari sebelum keberangkatan, saat tiba di lokasi juga dilarang saling salaman, lalu menyediakan satu ruangan per departemen produksi, dan menyediakan tempat untuk cuci tangan serta hand sanitizer di titik-titik strategis. Setiap kru juga dilarang untuk saling pinjam laptop, mic, serta walkie-talkie.

George menuturkan, seorang petugas covid-19 akan hadir untuk screening setiap kru yang akan masuk lokasi. Ia akan bertugas membuat catatan berisi biodata siapa saja yang keluar-masuk lokasi syuting beserta info kontaknya, serta pertanyaan mengenai kondisi kesehatan saat ini.

Adapun untuk panduan menonton film, menurut George, adalah dengan wajib memakai masker dan jaga jarak jika berada dalam bioskop. Lalu disiplin, yang berarti tidak memaksakan diri untuk keluar rumah saat sakit. Alternatif berikutnya adalah dengan menonton film streaming di berbagai platform seperti Netflix, Viu, HBO, dan sebagainya. Namun saat ditanya apakah mungkin bioskop akan dibuka kembali dalam waktu dekat, George mengakui belum tahu pasti.

Stay apart, wash your hands! Atau mungkin lebih tepatnya stay smart, wash your hands!” kata dia. 

NOAH CHRISELLA 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT