Singgung Budaya Jawa di Lathi Challenge, Wan Dazrin Minta Maaf
TEMPO.CO | 06/06/2020 14:30
Video klip Lathi feat Sara Fajira. Youtube
Video klip Lathi feat Sara Fajira. Youtube

TEMPO.CO, Jakarta -Wan Dazrin, seorang pendakwah dari Malaysia menjadi sorotan setelah meminta agar Lathi Challenge segera dihentikan karena dianggap menyesatkan. Wan Dazrin bukan cuma menyoroti Lathi Challenge tapi juga video musik Lathi yang jadi sumber inspirasi Lathi Challenge.

Menurut pendakwah itu, tarian yang disuguhkan dalam lagu hasil kolaborasi musisi Indonesia Weird Genius dan Sara Fajira itu sangat menakutkan karena wujud dari budaya Jawa yang syirik dan khurafat.

"Hentikan ‘#LathiChallenge‘ sekarang juga. Sesungguhnya tarian2 yg kalian lakukan itu sgt merbahaya utk dijadikan hiburan. Ketahuilah kalian tarian itu wujud dari sesetengah budaya Jawa yg syirik & khurafat. Seperti memanggil Kuntilanak serta Roh Kuda Kepang. Tolong hentikannya!" cuit Wan Dazrin di Twitter pada Kamis, 4 Juni 2020

Pernyataan tersebut mendapat respons negatif, terutama dari warganet asal Indonesia. Wan Dazrin dianggap telah menghina budaya Jawa. Sadar kicauannya di Twitter memancing kemarahan, Wan Dazrin lalu membuat permohonan maaf secara terbuka. Permintaan maaf itu disampaikan akun Twitter-nya pada Sabtu, 6 Juni 2020. “Permohonan Maaf Terbuka Kpd Orang2 Jawa,” tulis Wan Dazrin mengawali pernyataannya.

Wan Dazrin menjelaskan maksud dari unggahannya sebelumnya terkait Lathi Challenge. Menurut dia, apa yang dia tulis itu bertujuan untuk menasehati umat Islam di Malaysia.Video klip Lathi feat Sara Fajira. Youtube

"Saya sebenarnya bertujuan menasihati umat Islam di Malaysia untuk berhati2 dengan ‘Sesetengah’ kepercayaan ritual drpd perbuatan Lathi Challenge & tidak pernah berhasrat menuduh budaya Jawa secara keseluruhan. Saya minta maaf ya. Dgn ini, saya akn memadam nasihat itu. Bertujuan menarik balik perkataan ‘Jawa’ yg mungkin menyebabkan kemarahan & sensitiviti org2 Jawa yg dikasihi," tulisnya.

Wan Dazrin meminta maaf karena kata-kata yang digunakan untuk memberikan nasehat itu menyinggung umat Islam di Jawa. "Maafkan sy atas kekhilafan penggunaan perkataan dlm nasihat yg disampaikan.Org2 Islam di Jawa, moga terus maju jaya," tulisnya.

Terkait permintaannya untuk menghentikan Lathi Challenge, Wan Dazrin memberikan penjelasan. "Sekali lagi, saya tidak pernah menghukumkan mana-mana ‘Lathi challenge’ sebagai haram. Saya bukan Mufti. Saya minta hentikan perbuatan itu bertujuan atas nasihat-menasihati. Hentikan supaya umat Islam tidak menjadi semakin lalai atau rugikan masa yang ada daripada Allah swt," tulisnya.

Wan Dazrin lebih lanjut mengatakan permintaan itu hanya sekadar nasehat, bukan paksaan. "Jika nasihat saya itu boleh dan sudi diambil, maka ambillah. Jika ingin meneruskan berkarya, membuat Lathi Challenge, maka silakanlah. Saya bukan sesiapa utk menghalangnya. Itu adalah 100 hak dan pilihan kalian sendiri khususnya umat Islam di serata dunia. Sekali lagi, sebagai ucapan yang terakhir sebelum saya ‘Padamkan’ kesalahan penggunaan perkataan yg mnybbkan org Jawa mungkin terasa & sebagainya.Saya memohon maaf terbuka ini tandanya saya menerima nasihat kalian. Terima kasih semua buat Org2 Jawa yg prihatin & penyayang" tulis dia.

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT