Dua Tahun, Pangeran Harry - Meghan Pakai Rp 784 Miliar Uang Pajak
TEMPO.CO | 27/05/2020 21:05
Pangeran Harry menggandeng istrinya, Duchess of Sussex Meghan Markle saat menghadiri Commonwealth Service di London, Inggris, 8 Maret 2020. Keduanya tinggal di Kanada selama kurang lebih dua bulan setelah membuat pengumuman mengejutkan terkait pengunduran
Pangeran Harry menggandeng istrinya, Duchess of Sussex Meghan Markle saat menghadiri Commonwealth Service di London, Inggris, 8 Maret 2020. Keduanya tinggal di Kanada selama kurang lebih dua bulan setelah membuat pengumuman mengejutkan terkait pengunduran diri dari Kerajaan Inggris. REUTERS/Henry Nicholls

TEMPO.CO, Jakarta - Pangeran Harry dan Meghan Markle dikecam karena menggunakan puluhan juta poundsterling uang pajak Inggris, sebelum memutuskan pindah ke Los Angeles. Kecaman itu disampaikan seorang mantan anggota Parlemen dan anggota Dewan Privat Inggris, Norman Baker.

“Dari hari pernikahan mereka hingga 31 Maret tahun ini, saya memperkirakan pembayar pajak Inggris telah membayar lebih dari 44 juta poundsterling (sekira Rp784 miliar) untuk menyediakan Harry dan Meghan dengan, tampaknya, apa pun yang mereka inginkan," tulis Baker dikutip dari Pagesix, Minggu, 25 Mei 2020.

Baker menyebutkan telah mempelajari keuangan pasangan tersebut dan mengatakan bahwa tagihan terus datang meskipun pasangan tersebut telah pindah ke Amerika Serikat. Ia mengungkapkan, meskipun pasangan Harry-Meghan tergolong kaya - kekayaan pasangan itu diperkirakan bernilai lebih dari 25 juta dolar (sekira Rp370 miliar) - namun itu tidak cukup kaya untuk memenuhi gaya hidup mereka.

Baker kemudian merinci pengeluaran pasangan tersebut. Tagihan terbesar dari biaya pajak digunakan untuk pernikahan Harry-Meghan yang menelan biaya 40,8 juta dolar (sekitar Rp 604 miliar), di mana pasangan tersebut hanya menyumbang 2,4 juta dolar (sekitar Rp 35 miliar). Sebagai perbandingan, pernikahann Pangeran William dan Kate Middleton pada 2011 menelan biaya 24,3 juta dolar (sekitar Rp 355 miliar).

Tagihan pernikahan Harry dan Meghan menjadi sangat tinggi karena biaya keamanan yang menghabiskan 35 juta dolar (sekitar Rp 518 miliar). Baker juga menemukan pemborosan lainnya seperti pemesanan 20 trompet baru seharga 109.000 dolar, sistem PA, kontraktor swasta, bendera serta spanduk yang dipesan oleh Departemen Kebudayaan, Media dan Olahraga (DCMS) hingga 1,83 juta dolar (sekitar Rp26 miliar). Jumlah itu belum termasuk tagihan lainnya untuk pengendalian kerumunan, pengelolaan limbah, hingga layar jumbotron.Pangeran Harry dan Meghan Markle. Instagram/@meghanmarkle_official

Biaya lainnya yang membengkak berasal dari pengeluaran renovasi apartemen Kensington Palace sebesar 1,7 juta dolar (sekitar Rp 25 miliar), namun kemudian tidak mereka tinggali karena memutuskan untuk tinggal di Frogmore Cottage. Akibatnya, uang pajak kembali digelontorkan untuk merenovasi rumah besar Frogmore Cottage hingga mengeluarkan biaya 2,9 juta dolar (sekitar Rp 42 miliar). Kendati demikian, uang pajak tersebut kembali mubazir karena pasangan tersebut hanya menempati Frogmore kurang dari 6 bulan, sebelum mereka pindah ke Kanada.

Selain biaya renovasi, Baker mencatat biaya fantastis lain dikeluarkan Meghan untuk koleksi perhiasannya yang mencapai 731 ribu dolar (sekira Rp11 miliar), jumlah yang jauh lebih besar daripada koleksi perhiasan mendiang Putri Diana. Biaya tersebut belum termasuk upah untuk membayar staf pasangan kerajaan Inggris itu, termasuk humas, karyawan, sekretaris, asisten pribadi, hingga pengasuh untuk Archie yang konon katanya mereka bayar menggunakan dana pribadi.

Juga ada tagihan keamanan pribadi untuk Pangeran Harry dan Meghan Markle sebelum keluar dari anggota senior kerajaan Inggris lebih dari 8,4 juta dolar (sekitar Rp 125 miliar). Belum lagi biaya perjalanan mereka, baik itu untuk tugas kerajaan atau pelesiran yang dicatat Baker berbiaya lebih dari 1,2 juta dolar (sekitar Rp 18 miliar).


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT