Agnez Mo Dibilang Melakukan Cultural Appropriation, Apa Sebabnya?
TEMPO.CO | 18/08/2019 17:46
Agnez Mo. Instagram
Agnez Mo. Instagram

TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Agnez Mo dianggap melakukan cultural appropriation karena mengubah gaya rambutnya untuk syuting video klip lagu terbaru berjudul Diamonds. Agnes Mo diketahui mengubah gaya rambutnya menjadi kepang kecil-kecil pada 22 Juli 2019. Warna kulitnya juga semakin gelap.

Penampilan itu memancing komentar dari netizen. Mereka menganggap gaya Agnez saat itu tidak sesuai dengan identitas bangsa Indonesia. Gaya rambut Agnez dinilai lebih mirip model kepang cornwow khas Afrika, ditambah kulitnya yang kian gelap.

Tak sedikit pula yang menuduhnya melakukan cultural appropriation. Mengutip laman Oxford Reference, cultural appropriation merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengambilan bentuk, tema, proses kreatif atau sesuatu yang artistik oleh seseorang atau kelompok dari kelompok budaya yang lain. Cultural appropriation bermakna negatif karena berkonotasi ekspoitasi dan dominasi.

Sepekan kemudian, Agnez menjelaskan kalau penampilan barunya itu justru mencerminkan budaya orang Indonesia, yakni Papua. Melalui akun Instagram, Agnez membeberkan sejumlah bukti kalau perempuan Papua juga mengenal budaya tenun atau anyam rambut. "Wanita cantik ini adalah orang Indonesia. Foto ini diambil saat Festival Danau Sentani, Sentani Timur, Jayapura, Papua, Indonesia," tulis Agnez Mo sebagai keterangan sebuah foto yang menggambarkan sejumlah wanita sedang menganyam rambut.

Agnez Mo menunjukkan foto sejumlah perempuan Papua sedang menganyam rambut di Festival Danau Sentani, Sentani Timur, Jayapura, Papua, Indonesia. Instagram

"Mengepang rambut di Papua adalah tradisi yang dimulai dari menenun tas 'noken'. Karena itu, orang Papua menyebut mengepang rambut sebagai 'tenun rambut' atau 'anyam rambut'," tulis Agnez Mo. "Wanita Papua umumnya mengepang rambut mereka supaya praktis untuk bekerja. Sekarang ada banyak cara mengepang rambut dan karena berbagai alasan. Tradisi begitu populer di Papua sampai ada kompetisi tahunan di Jayapura."

Agnez Mo. Instagram

Pada unggahan yang berbeda, Agnez Mo menjelaskan kalau dia selalu mencoba membawa budaya Indonesia di setiap karyanya. "Saya menanamkan (budaya Indonesia) ke dalam beberapa karya saya," tulis Agnez. Dia mencontohkan di lagu Coke Bottle yang dirilis pada 2013, Agnez mengenakan busana tradisional Baju Dodot.

Agnez Mo mengenakan baju Dodot saat menyanyikan lagu Coke Bottle. Instagram

"Karena kita memiliki begitu banyak budaya dan tradisi yang berbeda, tak ada pilihan selain merangkul dan mengangkat perbedaan itu dalam satu kesatuan. Bhineka Tunggal Ika (persatuan dalam keragaman atau berbeda-beda tapi tetap satu)," tulis Agnez Mo.

FIRA PRAMESWARI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT