Tiket Pentas Goro-Goro Mahabarata Teater Koma Hampir Ludes
TEMPO.CO | 18/07/2019 10:45
Pementasan Teater Koma membawakan lakon Mahabarata, Asmara Raja Dewa di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 15 November 2018. Mahabarata, Asmara Raja Dewa merupakan produksi ke-154 teater koma yang akan dipentaskan mulai dari 16 hingga 25
Pementasan Teater Koma membawakan lakon Mahabarata, Asmara Raja Dewa di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 15 November 2018. Mahabarata, Asmara Raja Dewa merupakan produksi ke-154 teater koma yang akan dipentaskan mulai dari 16 hingga 25 November 2018. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Produksi Teater Koma terbaru, Goro-Goro Mahabarata 2 akan berlangsung pada 25 Juli - 4 Agustus 2019. Pimpinan produksi, Ratna Riantiarno mengatakan penjualan tiket pentas sudah lebih dari setengahnya. 

"Untuk penjualan tiket pre-sale yang diskon 20 persen, sudah terjual 2.000 tiket. Untuk keseluruhannya, sudah terjual 70 persen," ujar dia dalam konferensi pers di Universitas Tarumanegara, Rabu, 17 Juli 2019.

Tiket tersebut dalam dibeli di www.teaterkoma.org, go-tix.id, dan blibli.com. Untuk harga tiketnya, dibagi dalam beberapa kategori, yaitu Senin nonton hemat Rp320 ribu untuk harga paling tinggi dan Rp60 ribu untuk harga paling murah. Setidaknya ada enam jenis tiket berdasarkan tempat duduk yang dijajakan.

Untuk harga tiket pertunjukan di hari Selasa hingga Kamis, dibanderol dengan harga berbeda, antara lain Rp400 ribu untuk harga paling tinggi dan Rp75 ribu untuk harga terendah. Harga tiket tertinggi dijual pada hari libur, yaitu di hari Sabtu dan Minggu. Tiket tersebut dibanderol Rp500 ribu untuk kelas paling atas dan Rp100 ribu untuk tiket dengan harga terendah.

Pementasan ini dilakoni nama-nama besar seperti Slamet Rahardjo, Idries Pulungan, Budi Ros, Ratna Riantiarno, Rangga Riantiarno, Tuti Hartati, Dorias Pribadi, Sari Madjid, Daisy Lantang, Ratna Ully, Bayu Dharmawan Saleh, Emanuel Handoyo, Dana Hassan, Sir Ilham Jambak, Zulfi Ramdoni, Angga Yasti, Suntea Sisca, Indri Djati, dan lain-lain.

Teater Koma, dalam setiap pementasannya menghadirkan hal-hal baru dan segar. Penata Artistik Idries Pulungan mengatakan jika menggunakan lampu LED yang dikenakan para pelakonnya, sebagai hiasan yang penuh fantasi.

Selain itu, Penata Musik Fero Stefanus mengatakan menghadirkan alat musik Obo, yang terbuat dari bambu. Istrumen bernuansa Jawa, Bali, dan Kalimantan akan memeriahkan pentas ini. "Obo, walaupun asalnya dari barat, tapi bunyinya Indonesia sekali," ujar Fero.

 CHITRA PARAMAESTI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT