Limbad Dapat Gelar Profesor Doktor Kehormatan, Pidato Soal Filsafat Pancasila
TEMPO.CO | 19/06/2019 10:00
Limbad Dapat Gelar Profesor Doktor Kehormatan, Pidato Soal Filsafat Pancasila
Pesulap Limbad memamerkan gelar profesor dan doktornya di akun Instagram. foto/instagram

TEMPO.CO, Jakarta - Pesulap Limbad memamerkan gelar profesor doktor kehormatannya di akun Instagramnya @limbadindonesia.  Ada empat foto yang ia pamerkan untuk menunjukkan bahwa kabar ia menerima gelar profesor doktor honoris causa itu bukan hoax.

“Assalamualaikum….geser ke kiri. 13 tahun lewat tak terasa akhirnya jadi magician nasional/Indonesia,” tulisnya pada Sabtu, 15 Juni 2019.

Slide pertama, Limbad memasang foto dirinya yang mengenakan toga dan menghadap kamera. Di foto itu, wajahnya terlihat jauh lebih muda. Tangan kanannya dalam posisi bersumpah. Tangan kirinya memegang sebuah buku. Slide kedua adalah pidato pengukuhan pelatikan guru besar yang dibendel selayaknya disertasi. Tertulis judul pidatonya, “Filsafat Pancasila dan Pemantapannya Dianalisa Obat Tradisional Salah Satu Penyembuhan.”

Baca juga: Saat Pilot Batik Air Memaksa Limbad Membuka Suaranya

Di bawah tulisan pidato pengukuhan itu tertulis, “Untuk memenuhi syarat-syarat mencapai gelar PROFESSOR Pada Lembaga Tertinggi Islam Institut Kesejahteraan Muslim Indonesia.”

Slide ketiga, Limbad memamerkan daftar riwayat hidupnya. Di situ tertulis, gelar profesor doktor honoris causa itu dia terima pada 3 Maret 2006. Di daftar riwayat hidup itu juga tertulis bahwa dia juga menjadi dosen di Institut Kesejahteraan Muslim dan Institut Al Akbar RI.

Slide terakhir berupa piagam profesor yang diterimanya. Di piagam itu tertulis, “Telah memenuhi syarat untuk memankku jabatan guru besar , sehinkga kepadanya dianugerahkan. Di piagam ini, terlihat kampus ini selalu menulis kata yang berakhiran ng dengan nk.

Baca juga: Ubah Imej Seram, Limbad Buat Video Kiki Challenge

Tempo mencoba menelusuri jejak dua kampus yang disebut Limbad itu, yakni Institut Kesejahteraan Muslim dan Institut Al Akbar RI di forlap.ristekdikti.go.id. Tapi, ketika dua kata kunci itu ditulis di mesin pencarian, tidak ditemukan.

Limbad sendiri memilih mematikan kolom komentar pada  unggahannya ini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT