Junho 2PM Segera Ikuti Wajib Militer, Agensi Beri Penjelasan
TEMPO.CO | 28/05/2019 17:28
Personel 2PM, Nichkhun (kiri) dan Junho menghadiri konferensi pers jelang konsernya, World Tour Go Crazy di Jakarta, 27 Maret 2015. TEMPO/Nurdiansah
Personel 2PM, Nichkhun (kiri) dan Junho menghadiri konferensi pers jelang konsernya, World Tour Go Crazy di Jakarta, 27 Maret 2015. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Personel 2PM, Junho, dipastikan akan memulai wajib militer pada 30 Mei mendatang. Menurut keterangan agensi, Junho akan menjalani wajib militer sebagai tentara pelayanan publik. Ini berarti Junho memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik sehingga ia tidak bisa ditempatkan sebagai tentara aktif. Cidera seperti apa yang pernah dialami Junho?

Pada Selasa, 28 Mei 2019 agensi JYP Entertainment merilis surat pernyataan resmi mengenai rencana wajib militer Junho. “Ini adalah pengumuman mengenai Junho. Ketika melakukan promosi bersama 2PM, dia mengalami cidera berat di bagian bahu kanannya akibat kecelakaan saat melakukan latihan akrobatik. Dia menjalani operasi dan didiagnosa mengalami patah tulang belakang,” ungkap agensi Junho.

Kendati telah menjalani serangkaian pengobatan untuk mengobati cidera yang dialaminya, kondisi kesehatan Junho tidak bisa pulih seperti sediakala. “Dia menjalani rehabilitasi pengobatan secara konsisten juga berolahraga, namun perkembangannya tidak positif, jadi dia harus mengonsumsi obat penahan nyeri setiap kali melakukan kegiatan yang memberi beban pada pundaknya,” urai agensi lagi.

Ini sebabnya, dalam tes kesehatan sebelum mendaftar wajib militer, Kantor Administrasi Tenaga Kerja Militer memasukkan Junho ke dalam golongan Grade 4, di mana ia diperbolehkan menjalani wajib militer dengan melakukan pekerjaan yang “ringan” seperti menjadi petugas pelayanan publik.

Baca juga: Chansung 2PM Beberkan Hubungan Park Min Young dan Park Seo Joon

TABLOIDBINTANG.COM


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT